Israel Mampu Guncang Indonesia Dengan Produk Tehnologinya

5 Aug 2014

Issu ancaman serangan cyber war Israel terhadap Indonesia tetap bergulir. Realita mengejutkan terungkap, ialah sebagian besar piranti telekomunikasi serta pertahanan di tanah air mengambil dari produk Israel, sehingga gampang dikendalikan oleh negara tersebut .

Komisioner Badan Regulasi serta Telekomunikasi Indonesia (BRTI), Nonot Harsono, menyampaikan, sebagian rakyat Indonesia sempat mengalami kecemasan beberapa waktu lalu, Ketika Telkomsel serta operator lain berpindah billing sistem product punya Israel dan antek-anteknya. Kita dahulu kuatir waktu Telkomsel serta operator lain berganti billing sistem ke Amdocs. Garuda Indonesia merubah ticketing sistem dengan Amadeus, tutur Nonot seperti yang ditulis oleh Harian Terbit.

Menurut dia, apabila software itu sudah masuk ke tanah air, maka Israel dapat me-remote jaringan telekomunikasi Indonesia sesuai apa yang dinginkan mereka. Tak cuma itu, dapat mengacaukan ticketing Garuda dari negaranya sana. Begitupun dengan system tagihan listrik dan air juga memakai software product mereka, katanya.

Di samping itu, kata Nonot, asuransi semacam AIG serta AXA merupakan milik kroni Israel. Sehingga, mereka dapat mengetahui system perbankan di tanah air, dikarenakan asuransi-asuransi itu juga berafiliasi dengan bank-bank. Software AXA telah masuk ke Bank Mandiri. Sehingga kita menjadi sangatlah rawan, lantaran detil dalam system kita mereka ketahui secara persis, tegasnya.

Jadi sangatlah mudah untuk mereka ingin mengacaukan tehnologi informasi atau mungkin peretasan. Seandainya mereka ingin kacau billing telephone saja, dapat dibayangkan jutaan masyarakat menjadi tidak jelas tagihannya, mendadak membengkak, lantas demo ke operator, jelasnya.

Ia menyampaikan, pemerintah Indonesia relatif lemah mengantisipasi serangan pada system jaringan keamanan. Menurut dia, DPR, Panglima TNI, Menko Polhukam, maupun presiden tidak terlampau memahami dengan ancaman tehnologi. Ya negara kita lemah, tandasnya.

Direktur Kebijakan Publik Lembaga Pengembangan serta Pemberdayaan Masyarakat Tehnologi Informasi (LPPMTI), Kamilov Sagala, menambahkan, ancaman Israel merupakan hal yang serius. Hal ini disebabkan komponen telekomunikasi kita maupun didunia dikuasai Israel. Salah satu contoh product antena apapun yang saat ini ada, mereka kuasai. Jadi yang fatal di keamanan negara kita. Seluruhnya benar-benar dikuasai Israel teknologinya termasuk software-nya, jelasnya.

Kamilov mengemukakan, Indonesia berpedoman system tehnologi netral sehingga beberapa piranti tehnologi punya Israel masuk ke tanah air lewat perusahaan USA. Jadi ancaman ini susah terjadi seandainya kebijakan tehnologi kita prolokal serta negara tertentu semacam Tiongkok, katanya.

” Nyaris 60 % tehnologi Israel ada di Indonesia. Ironisnya, walaupun menentang Israel, product yang kita pakai semestinya juga harus tidak digunakan. Harus boikot produk Israel, termasuk product makanannya, ” tegasnya.

Sementara itu, Hasyim Gautama, dari Direktorat Keamanan Informasi Kementerian Komunikasi serta Informatika, menyatakan, isu serangan dunia maya perlu didalami secara hati-hati. Bisa juga datang dari negara lain tak hanya Israel, dengan memakai computer satu negara lewat proxy, kata Hasyim.

Dia memberikan, untuk langkah pencegahan, tanggung jawab proteksi mesti dimaksimalkan. Dan tanggung jawab itu ada pada penyelenggara system elektronik tiap-tiap lembaga, cetusnya.

Hasyim juga mengaku, sebagain besar system jaringan keamanan di tanah air masih lemah. Ada yang pengamanannya rendah serta ada juga yang tinggi. Persoalannya saat ini, sebagian besar keamanan system elektronik ataupun informasi masih sangatlah rendah, katanya.

Deputi Menteri Riset dan Teknologi Bidang Pendayagunaan Ilmu Pengetahuan dan Tehnologi, Pariatmono, menyatakan, pemerintah tidak gentar menghadapi ancaman itu. ” Kami tidak akan gentar hadapi mereka. Kita mesti berani, ” tutur Pariatmono.

Melihat persentase tehnologi yang dipakai Indonesia berasal dari Israel serta kroni-kroninya, kata Pariatmono, bukan tidak mungkin seandainya mereka me-remote control dengan cara automatis dari negaranya tersebut . ” Bila hal semacam itu terjadi, maka akan nampak ketidakstabilan di negara ini. Keadaan bakal chaos, ” katanya.

Walau demikian, ia menyebutkan keadaan itu tidak bakal berjalan lama. ” Malah karenanya ada hal itu dapat merangsang dunia tehnologi serta industri kita untuk berinovasi. Toh industri tehnologi informasi serta komputerisasi kita telah sangatlah maju. Bakal lahir jalan keluar baru untuk Indonesia, ” jelasnya.

Ia menambahkan, seandainya serangan itu betul-betul dijalankan, dapat menghadirkan kemandirian bangsa di sektor tehnologi. ” Tidak usah takut. Kita didukung dari seluruh bangsa, ” tegasnya.

Sementara itu, pengamat hukum internasional, Akbar Hidayatullah, menyebutkan, apabila ancaman Israel ke Indonesia merupakan bentuk kesemena-menaan. Akbar juga menduga, bila ancaman itu tidak dikerjakan sendiri. ” Telah banyak hukum internasional yang dilanggarnya. Konvensi Jenewa juga telah dilanggarnya. Mau apa lagi mereka itu. Lihat siapa di belakang Israel. Amerika Serikat serta sekutunya, ” katanya.

Penyadapan NSA ke istana beberapa waktu lalu, kata Akbar, menjadi pelajaran utama untuk Indonesia. ” Yang pasti hal itu akan terjadi lagi dalam cyber war yang dilancarkan Israel. Israel kuat lantaran ada Amerika Serikta serta kroninya. Kita harus perkuat keamanan negara ini. Baik di segi tehnologi ataupun pertahanan, ” ujarnya.


TAGS


Comment
-

Author

Follow Me

Search

Recent Post